Divonis Gagal Ginjal, Berikut 10 Cara Mempersiapkan Program Cuci Darah
Mayoritas orang yang sudah divonis gagal ginjal dan harus menjalani dialisis atau yang dikenal cuci darah, binggung apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan sebelum melakukan cuci darah yang pertama kali. Berikut 10 cara untuk membantu Anda mempersiapkan dan mempertahankan kualitas hidup Anda saat cuci darah yang kami rangkum dari davita dan kondisi kesehatan di Indonesia.
1. Jadilah Pasien yang Cerdas
Maksudnya disini adalah jadilah pasien yang paham dengan kondisi diri sendiri. Di internet banyak artikel-artikel mengenai gagal ginjal, Anda bisa belajar mengenai kondisi Anda dari sana. Selain itu Anda juga bisa belajar dari tim perawatan ginjal Anda (entah itu dokter ataupun perawat). Serta ikut di dalam komunitas-komunitas pasien gagal ginjal, karena disana, Anda bisa bertukar pikiran serta sharing pengetahuan kepada para pasien gagal ginjal lainnya.
2. Diskusikan Rencana Dialisis Anda
Berbicaralah dengan orang yang Anda cintai ataupun sahabat Anda, mengenai rencana cuci darah dan bagaimana perasaan Anda. Dengan mendapatkan dukungan sejak dini, itu dapat membantu Anda menjadi lebih siap menghadapi tindakan cuci darah.
3. Diskusikan Mengenai Keputusan Anda Mengambil Terapi Dialisis
Diskusikan selalu pilihan pengobatan yang Anda ambil, baik itu dengan terapi peritoneal dialisis/CAPD, hemodialisis bahkan transplantasi ginjal dengan dokter Konsultan Ginjal Hipertensi atau dokter bersertifikat dialisis Anda.
4. Berteman dengan Sesama Pasien Dialisis
Bertemanlah dengan sesama pasien gagal ginjal yang sudah menjalani terapi cuci darah lebih dahulu. Dengan berteman dan bersosialisai dengan mereka, itu dapat membantu Anda mempersiapkan terapi cuci darah lebih matang.
5. Lokasi Terapi Dialisis
Jika Anda memutuskan mengambil terapi dialisis di rumah sakit ataupun di klinik dialisis, pastikan tempat itu dekat dengan tempat tinggal Anda ataupun tempat kerja Anda. Dengan itu Anda dapat merencanakan transportasi yang nyaman. Untuk panduan memilih tempat dialisis, silahkan kunjungi link berikut: TIPS MEMILIH UNIT DIALISIS
6. Akses Dialisis
Untuk proses dialisis, Anda harus menjalani prosedur untuk penempatan kateter “akses” baik itu untuk pilihan terapi hemodialisis ataupun peritoneal dialysis/CAPD dan penempatan AV fistula atau penempatan graft untuk hemodialisis. Tim dokter Anda akan membahas dan mendiskusikan bagaimana mempersiapkan operasi penempatan akses setelah Anda memutuskan untuk melakukan perawatan.
7. Asuransi Kesehatan dan Jaminan Kesehatan
Asuransi dan jaminan kesehatan yang Anda miliki dapat membantu Anda membayar perawatan cuci darah, namun penting untuk mengetahui secara pasti apa saja yang dijamin. Kebanyakan asuransi swasta di Indonesia tidak menjamin biaya cuci darah untuk seumur hidupnya.
BPJS Kesehatan sebagai lembaga Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibentuk negara telah menjamin semua pembiayaan cuci darah Anda baik itu pemasangan akses cuci darah, obat-obatan, proses cuci darah itu sendiri bahkan sampai dengan tindakan transplantasi ginjal. Penting bagi Anda dan keluarga, untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan sebagai proteksi dini sebelum Anda menjadi sakit.
8. Tetap Produktif
Tetap bekerja dan produktif saat Anda menjalani cuci darah sangatlah penting bagi kesejahteraan Anda, baik secara mental maupun keuangan. Bicaralah kepada atasan di tempat kerja Anda tentang bagaimana pekerjaan Anda dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda begitu memulai perawatan cuci darah.
9. Konsumsi Makanan Tepat Gizi
Konsultasikan makanan yang tepat untuk kondisi Anda saat ini, ahli gizi Anda akan memandu Anda menjalani diet serta meresepkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
10. Kendalikan Kesehatan Anda
Kelola perawatan Anda dengan rutin konsultasi ke dokter serta rutin melakukan cek laboratorium.