Sindrom Nefrotik dan Penyakit Ginjal Pada Anak
Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusia dimana salah satu fungsinya membuang limbah yang tidak dibutuhkan tubuh melalui urin. Pola hidup yang tidak sehat, dapat merusak ginjal.
Penyebab utama terjadinya kerusakan ginjal diakibatkan oleh penyakit hipertensi dan diabetes. Selain itu, salah satu penyakit lainnya sehingga ginjal mengalami gangguan adalah penyakit sindrom nefrotik.
Sindrom nefrotik merupakan gangguan ginjal dimana tubuh Anda terlalu banyak mengeluarkan protein yang dibuang melalui urin (air kencing). Ginjal yang sehat mampu menahan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Protein dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Dan sindrom nefrotik dapat dialami oleh siapa saja.
Apa itu sindrom nefrotik pada anak-anak?
Ketika anak-anak dengan terlalu banyak protein yang keluar melalui urin, maka berat badan mereka akan naik secara tiba-tiba dan terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh (kaki, wajah). Sindrom nefrotik pada anak juga disebut nefrosis. Sindrom nefrotik terjadi ketika struktur kecil di ginjal (penyaring darah) disebut Glomerulus berhenti bekerja dan membiarkan terlalu banyak protein yang keluar melalui urin.
Apa penyebab sindrom nefrotik pada anak-anak?
Dalam kebanyakan kasus, penyebabnya tidak diketahui . Namun, sejumlah kondisi bisa merusak glomerulus dan menyebabkan sindrom nefrotik. Pada anak-anak penyebab paling umum adalah karena penyakit perubahan yang minimal pada ginjal. Perubahan ini tidak diketahui secara pasti, namun biasanya berkaitan dengan infeksi, tumor, reaksi alergi, dan penggunaan obat-obatan bebas seperti ibuprofen dan acetaminophen.
Kondisi lain yang dapat merusak glomerulus dan kondisi ginjal lainnya seperti masalah kekebalan tubuh, infeksi, atau penyakit seperti kanker, hipertensi dan diabetes. Dalam kasus tertentu, reaksi alergi terhadap makanan atau penggunaan obat legal dan ilegal tertentu ataupun obesitas dapat menyebabkan sindrom nefrotik.
Lalu apakah penyakit ginjal lainnya dapat menyebabkan pembengkakan dan urin yang mengadung protein? Ya, edema dan urin yang berprotein sering ditemukan pada jenis penyakit ginjal lainnya terutama glomerulonefritis.
Siapa yang kemungkinan terkena? Biasanya anak kecil berusia 1 dan 5 tahun, meskipun kemungkinan besar anak-anak dari segala umur dan bahkan orang dewasa pun bisa terkena. Dan penyakit ini terjadi dua kali lebih sering pada anak perempuan.
Bagaimana saya bisa tahu apakah anak saya punya penyakit ini?
Anda mungkin bisa melihat bengkak di sekitar mata anak Anda di pagi hari. Seringkali itu sebagai tanda awal. Seiring berjalannya waktu, pembengkakan bisa berlangsung sepanjang hari dan Anda mungkin melihat pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki atau perut anak Anda. Ataupun anak Anda mungkin lebih lelah, menjadi lebih mudah tersinggung, nafsu makan yang menurun, dan terlihat pucat.
Bagaimana sindrom nefrotik didiagnosis?
Dokter akan memeriksa gejala yang terlihat, seperti pembengkakan dan kulit pucat. Selain itu,dari test urin bisa mengecek jumlah protein, darah dan hal lainnya untuk mencari sejauh mana kerusakan ginjal. Test darah bisa menungjukkan seberapa baik ginjal anak bekerja. Dokter juga akan memeriksa penyakit lain yang mungkin menyebabkan sindrom nefrotik. Dalam beberapa kasus, diagnosis mungkin memerlukan biopsi ginjal.
Bagaimana perawatan untuk sindrom nefrotik?
Sindrom nefrotik hampir selalu bisa diobati, namun pengobatannya tergantung penyebabnya. Tujuan dari perawatannya adalah menghentikan hilangnya protein dalam urin dan meningkatkan jumlah urin yang keluar dari tubuh. Dokter juga akan meresepkan obat (biasanya prednisone) untuk anak anda. Dan kebanyakan anak akan merasa baikan setelah mengkonsumi obat ini.
Bagaiman cara kerja Prednisone?
Prednisone adalah sejenis kortikosteroid (juga disebut steroid), yang digunakan untuk menghentikan hilangnya protein dari darah. Setelah satu sampai empat minggu pengobatan , anak akan mulai mengeluarkan air kencing lebih banyak. Saat anak mengeluarkan lebih banyak air kencing, maka pembengkakan akan hilang
Apakah mengkonsumsi prednisone menyebabkan efek samping?
Prednisone bisa menjadi obat yang sangat efektif, namun memiliki sejumlah efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin muncul mellputi
a. Rasa lapar yang meningkat
b. Penambahan berat badan
c. Munculnya jerawat
d. Perubahan suasan hati
e. Perilaku yang over-activity
f. Tingkat pertumbuhan yang melambat
g. Risiko terkena infeksi lebih tinggi
Efek samping lebih sering terjadi pada dosis yang lebih besar dan penggunan jangka panjang. Setelah prednisone dihentikan (dan hanya bila ada perintah dokter), sebagian besar efek samping ini hilang.
Lalu bagaimana jika prednisone tidak bekerja?
Jika prednisone tidak bekerja pada anak atau jika efek sampingnya terlalu tidak nyaman, dokter akan meresepkan obat lain untuk di konsumsi, yaitu Imunosupresan Obat ini menurunkan aktivitas sistem kekebalan tubuh dan efektif untuk kebanyakan anak. Dokter akan mendisdkusikan secara rinci aspek imunosupresan, baik yang baik, maupun yang buruk. Efek samping obat ini termasuk peningkatan kerentaan terhadap infeksi, rambut rotnok dan penurunan produksi sel dara merah.
Sebagai orang tua harus sadar bahwa anak-anak yang memakai imunosupresan bisa menjadi sakit jika terkena cacai air. Karena itu, anda harus segera memberi tahu dokter jika anak anda terkena cacar air saat menggunakan obat ini. Kemudian dokter akan memberi diuretik (pil air). Diuretik membantu ginjal membersihkan tubuh dari garam dan air . Pil air yang paling umum unuk anak disebut furosemid.
Apa masalah lain yang terjadi dengan sindrom nefrotik?
Sebagian besar anak hanya mengalami masalah pembengkakan. Namun seorang anak dengan sindrom nefrotik dapat mengalami infeksi serius di perut atau bekuan darah di kaki. Kedua hal ini membutuhkan perhatian medis segera.
Apa yang bisa dilakukan orang tua?
Sebagian besar perawatan anak anda akan diberikan oleh Anda. Perhatikan kesehatan anak anda, tapi jangan over protect. Anak anda perlu melanjutkan kegiatannya seperti biasa, seperti bersekolah dan bertemu teman. Anda harus terlalu memperlakukan anak anda seperti anak-anak lain di keluarga. Jika anak anda sakit atau terkena prednison, dokter akan merekomendasikan diet rendah garam yang akan meminimalkan pemebengkakan. Anak akan diizinkan untuk minum sebanyak yang dia mau. Tanda pertama bahwa anak jatuh sakit kembali adalah kembalinya protein dalam urin. Karena itu banyak dokter akan meminta anda untuk memeriksa urine anak anda secara teratur
Apakah Sindrom Nefrotik bisa hilang?
Terkadang, meskipun sindrom nefrotik tidak memiliki penyembuhan yang spesifik, sebagian besar anak-anak “mengatasi” penyakit ini pada akhir masa remaja atau pada awal masa dewasa mereka. Beberapa anak hanya mendapat serangan sindorm nefrotik. Jika anak tidak memiliki serangan lagi selama tiga tahun setelah yang pertama,kemungkinan dia tidak akan sakit lagi. Kebanyakan anak-anak sering mengalami dua atau lebih serangan. Serangannya lebih sering terjadi pada dua tahun pertama setelah sindrom tersebut menyerang. Bahkan jika anak memiliki banyak serangan, kebanyakan tidak akan mengalami kerusakan ginjal permanen. Untuk mencegah serangan lebih lanjut, tugas utama orang tua adalah mengendalikan akumulasi cairan di tubuh anak deengan prednison dan diuretik
Penting untuk diingat bahwa anak-anak dengan penyakit ini memiliki pandangan jangka panjang ang angat baik dan dapat hidup lebih lama dan sehat.
Sumber :
1. Artikel : Terjemahan dari “Childhood Nephrotic Syndrome” www.kidney.org
2. Gambar : Philosophytimes