KPCDI Salurkan Donasi untuk Keluarga Dian
Masih ingat Dian Septiawati, pasien cuci darah yang tergolek di ICU?
Selain mengalami glaukoma dan kebutaan di mata kiri, pertengahan tahun 2019, Dian juga mengalami patah tulang belakang sehingga membuatnya tidak bisa duduk maupun berjalan secara normal. Kondisinya pun kian menurun, dan hemoglobin (HB) yang terus rendah serta mengalami malnutrisi sehingga berat badannya terus mengalami penurunan. Selain itu Ia juga mengalami gangguan lambung berat dan asites (penumpukan cairan di rongga perut). Sepanjang hari, Dian hanya bisa berbaring tidur sambil menahan rasa sakit, mual muntah dan sesak napas.

Karena sakitnya itu, beberapa hari yang lalu Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menggalang dana lewat itus donasi dan menggalang dana yaitu kitabisa.com. Dian ingin sembuh, ingin hidup dan mempunyai kesempatan membesarkan anak perempuan semata wayang-nya.
Pengurus Pusat KPCDI mengucapkan beribu terima kasih atas uluran tangan para dermawan. Banyak terkumpul sumbangan untuk membantu kesembuhan Dian Septiawati.
Tetapi, Tuhan lebih mencintai Dian dengan memanggilnya dari dunia ini. Dian meninggal tanggal 2 Oktober kemarin. Semua teman-temannya sedih mendengar kabar tersebut.
Pada hari Sabtu (12/10/2019), Pengurus Cabang Bekasi diutus Pengurus Pusat KPCDI untuk menyerahkan sumbangan yang sudah terkumpul kepada suami dan anak almarhumah.

“Suami Dian Septiawati menghaturkan terima kasih. Semoga uang ini dapat berguna untuk melanjutkan kehidupan kami berdua,” ujar Edo, Ketua KPCDI Cabang Bekasi menirukan ucapan suami Dian Septiawati.
Betapa indahnya hidup bisa saling menolong. Semoga di lain kesempatan para dermawan tetap mau mengulurkan tangannya bagi pasien cuci darah yang mengalami kesulitan. KPCDI berkomitmen akan merekomendasikan siapa pasien yang layak dibantu, bekerjasama dengan kitabisa.com
Salam solidaritas!