Benarkah Pasien Gagal Ginjal yang Terinfeksi Covid-19 Sulit Bertahan?

KPCDI – Ahli Penyakit Dalam Ginjal dan Hipertensi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes, MM, menyebut pasien gagal ginjal kronik khususnya yang menjalani proses dialisis (cuci darah) sangat rentan terserang virus Sars-CoV-2. 

Musababnya, daya tahan tubuh pasien dialisis sangat rendah dan memiliki risiko kematian yang tinggi jika mereka terpapar covid-19. Ia mencontohkan, kondisi pasien akan semakin memburuk jika timbul gejala sesak napas akibat covid-19.

“Jadi kalau dia kena (covid-19) biasanya seringkali berat kondisinya. Apalagi pasien yang sudah tidak ada air seninya (urin). Itu sulit,” kata Jonny kepada Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Sabtu (4/3). 

Menurut Jonny, sesak tersebut berasal dari banyaknya cairan di dalam tubuh pasien dan sesak hasil dari efek yang ditimbulkan oleh covid-19 yang menyerang paru-paru manusia. Sehingga, jika sudah dalam kondisi buruk maka pasien tersebut harus segera dipasang ventilator dan menjalani proses hemodialisis untuk menarik cairan berlebih di dalam tubuh pasien. 

JIka pasien gagal ginjal terpapar covid-19, juga akan menyulitkan dokter dalam memberi obat-obatan. Dokter tidak bisa sembarangan dalam memberikan vitamin untuk menjaga imunitas pasien. Sayangnya, sampai hari ini dalam pemilihan obat anti virus cukup sulit karena belum banyak anti virus covid-19 yang sesuai dengan penyakit ginjal kronik.

“Jadi memang kalau kena covid-19 sulit untuk diatasi. Karena pertama mengenai pengaturan cairan tadi, jadi pasti dia (pasien) kalau covid-nya agak berat pasti akan buruk hasilnya. Dan kalau pasang ventilator biasanya agak berat kondisinya. Jadi survive nya juga rendah,” ujarnya. 

Oleh karenanya, Jonny menilai pada saat pasien terpapar covid-19, proses hemodialisis harus tetap dilakukan secara rutin. Dengan proses hemodialisis, pasien gagal ginjal kronik bisa survive lebih baik. Itupun jika paparan covid-19 tidak terlalu berat. 

“Mungkin sekitar 30%:70%, 70% yang survive. Tapi kalau sudah masuk ke ICU atau pasang ventilator akan terbalik kondisinya bahkan 80% yang tidak survive,” imbuhnya. 

Permasalahannya, fasilitas rumah sakit di Indonesia yang merawat pasien covid-19 dan ketersediaan mesin hemodialisis khusus masih belum merata. Seringkali KPCDI mendapatkan pengaduan dari pasien gagal ginjal bahwa mereka tidak bisa melakukan hemodialisis di rumah sakit saat sedang menjalani proses isolasi.

Sebelumnya, pada awal Februari 2021, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan dari jenis penyakit, penyakit gagal ginjal paling tinggi menyebabkan kematian. Wiku menyebut resiko kematiannya mencapai 13,7 kali lipat. Artinya penyakit ginjal paling berisiko di atas penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan penyakit imun.  

Terkait vaksinasi, sejauh ini Jonny masih merujuk pada rekomendasi dari Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI). Surat PAPDI No: 2309/PB PAPDI/U/III/2021, poin 15-16 menjelaskan penyakit ginjal kronik non dialisis dan dialisis dalam kondisi stabil secara klinis laik diberikan vaksin covid-19 karena risiko infeksi yang tinggi dan risiko mortalitas serta morbiditas yang sangat tinggi pada populasi bila terinfeksi covid-19.

“Kriteria stabil meliputi pasien tidak sedang mengalami komplikasi akut terkait penyakit ginjal kronik atau tidak dalam kondisi klinis lain dimana dalam penilaian dokter yang merawat tidak laik untuk menjalani vaksinasi,” tulis rekomendasi PAPDI.    

Di sisi lain, Jonny menegaskan bahwa pasien gagal ginjal kronik yang ingin melakukan vaksinasi tetap harus mendapatkan rekomendasi dari dokter yang selama ini mendampingi proses hemodialisis. Dokter–singkat Jonny–harus mengidentifikasi kesehatan pasien sebelum mereka melakukan vaksinasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. 

“Kalau komorbidnya bawaannya tidak fragile artinya sehat badannya, tidak pakai kursi roda, naik tangga tidak cepat capek itu kriterianya untuk dapat vaksin,” pungkasnya. (ATR)

Leave a Reply