Mengatur Ritme Pekerjaan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal
KPCDI – Angka penderita pasien gagal ginjal kronik setiap tahunnya terus meningkat. Resiko penyakit ginjal pun tidak pandang jenis kelamin, baik pria maupun wanita semuanya bisa terkena penyakit ginjal. Kebanyakan, penyakit ini dapat menyerang manusia pada saat berusia lebih dari 25 tahun.
Wakil Presiden Inisiatif Perawatan Ginjal di Fresenius Medical Care North America (FMCNA) Dugan Maddux menjelaskan kebanyakan orang yang menderita gagal ginjal tahap awal tidak memiliki gejala. Sialnya, tanpa perawatan yang tepat, penyakit ini dapat berkembang sampai perawatan seperti dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.
Beberapa penyebab penyakit ginjal adalah diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. Meskipun mereka sudah mulai hidup lebih baik untuk menjaga tiga penyakit awal tersebut, kini sudah seharusnya masyarakat juga perlu memperhatikan waktu istirahat untuk diri sendiri.
Khusus bagi wanita, pola hidup yang sibuk karena pekerjaan bisa menimbulkan stres dan dapat menyebabkan berkurangnya olahraga dan pola makan. Hal itu diperburuk karena seringkali mereka membeli makanan dengan gizi yang buruk dan tinggi kalori.
Disisi lain, hal terpenting menjaga kesehatan ginjal juga dengan menyeimbangkan pekerjaan dalam kehidupan. Musababnya wanita memiliki banyak kesibukan seperti mengurus rumah, anak, pasangan, dan bekerja–jika merupakan wanita karier.
Dengan banyaknya pekerjaan, maka tidak mungkin seorang wanita yang sakit bisa mengurus itu semua. Oleh karenanya, Dugan menjelaskan, para wanita harus meluangkan waktu demi diri sendiri untuk setidaknya beristirahat dan berolahraga.
“Bersikaplah baik untuk diri sendiri dan tubuh Anda! Miliki kebiasaan harian yang sehat, dan jika Anda memiliki faktor risiko penyakit ginjal kronik, lakukan skrining untuk memeriksa ginjal Anda,” kata Dugan sebagaimana dikutip dari National Kidney Foundation (NKF), Sabtu (23/4).
Dugan berpesan bahwa setiap wanita harus menghargai setiap fase perjalanan hidup yang dimiliki. Tetap menjaga keseimbangan hidup di tengah padatnya aktivitas adalah sebuah hal bijak yang harus ditempuh. Semua itu dilakukan demi kenyamanan bersama keluarga. (ATR)