Menahan Penyakit Ginjal Kronis dengan Enzim NEDD4-2

KPCDI – Peneliti dari University of South Australia telah mengidentifikasi enzim NEDD4-2 dapat membantu untuk menahan penyakit ginjal kronis yang mempengaruhi sekitar 700 juta orang di seluruh dunia.  

Menurut Ilmuwan Pusat Biologi Kanker UniSA, Dr. Jantina Manning dalam makalahnya yang diterbitkan di Cell Death & Disease, enzim NEDD4-2 sangat penting untuk kesehatan ginjal. Sementara diet tinggi garam dapat memperburuk beberapa bentuk penyakit ginjal.

Jantina menjelaskan bahwa saat ini para peneliti mengetahui diet tinggi natrium dan kadar NEDD4-2 yang rendah mendorong perkembangan penyakit ginjal bahkan tanpa adanya tekanan darah tinggi–yang biasanya berjalan seiring dengan peningkatan natrium.

“NEDD4-2 mengatur jalur yang diperlukan untuk reabsorpsi natrium di ginjal dan memastikan kadar garam yang benar dipertahankan. Jika protein NEDD4-2 dikurangi atau dihambat, peningkatan penyerapan garam dapat menyebabkan kerusakan ginjal,” kata Jantina sebagaimana dikutip dari Science Daily, Selasa (16/6).

Lebih lanjut, menurut Jantina orang yang menjalani diet rendah garam bisa mengalami kerusakan ginjal jika mereka memilih kadar NEDD4-2 yang rendah karena variasi genetik atau mutasi pada gen.

Sementara itu, Peneliti Profesor Sharad Kumar mengatakan tujuan jangka panjangnya kini adalah mengembangkan obat yang dapat meningkatkan kadar NEDD4-2 pada orang dengan penyakit ginjal kronis (CKD). Ia mengaku saat ini sedang menguji pelbagai strategi untuk memastikan protein ini bisa dipertahankan pada tingkat normal sepanjang waktu untuk kesehatan ginjal. 

“Pada nefropati diabetik–penyebab umum penyakit ginjal–kadar NEDD4-2 sangat berkurang. Ini terjadi bahkan ketika garam bukan merupakan faktor (utama),” ujarnya. 

Studi tersebut juga mengungkapkan temuan mengejutkan yaitu bahwa diet tinggi garam menyebabkan penyakit ginjal tidak selalu karena tekanan darah tinggi. Dalam banyak kasus, penyakit ginjal diperburuk oleh hipertensi, faktanya, peneliti menemukan kebalikannya.

Bahwa diet tinggi garam menyebabkan kehilangan air yang berlebihan dan tekanan darah rendah. Artinya penyakit ginjal juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi.

Sebuah makalah Lancet 2020 memperkirakan bahwa sekitar 700 juta orang–atau 10% dari populasi dunia–menderita penyakit ginjal kronis, yang menunjukkan peningkatan 29% dalam 30 tahun terakhir.

Lonjakan besar CKD sendiri dikaitkan dengan epidemi obesitas global dalam beberapa dekade terakhir, yang mengarah ke diabetes–salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis bersama dengan tekanan darah tinggi.

Statistik Organisasi Kesehatan Dunia mengungkapkan peningkatan 300% diabetes antara 1980 sampai 2014, menjadikannya salah satu dari 10 penyebab penyakit paling mematikan di seluruh dunia dan menunjukkan beratnya masalah yang dihadapi para ilmuwan yang mencoba mengatasi penyakit ginjal.

Obesitas dan gaya hidup adalah dua faktor utama yang mendorong penyakit ginjal kronis, tetapi perlu diingat ada hal lain yang juga berperan. Ialah cedera ginjal akut, obat-obatan yang dikonsumsi untuk kondisi lain, tekanan darah tinggi dan kecenderungan genetik juga dapat menyebabkan turunnya fungsi ginjal. (ATR)

Leave a Reply