KPCDI Menuju Organisasi yang Mampu Mempengaruhi Kebijakan Publik
Ketua Umum KPCDI, Tony Samosir diundang BPJS Kesehatan untuk menjadi salah satu narasumber ahli dalam Focos Group Discussion (FGD), yang akan mereka gelar pada Kamis (16/05/2019) yang bertempat di Kantor BPJS Pusat.
Apa yang tergambar dalam benak Anda sebagai pasien cuci darah atas peristiwa di atas? Pertanyaan seperti ini penting diajukan kepada Anda semuanya.
Baiklah, kita analisa ya. Yang pertama, tentu saja BPJS Kesehatan secara de facto telah mengakui keberadaan KPCDI. Mengakui kalau KPCDI adalah representatif dari organisasi pasien gagal ginjal di Indonesia.
Pengakuan ini tentu saja tidak instan, dengan mudah didapat. Butuh perjuangan dan usaha keras. Dengan konsisten KPCDI memberi masukan dan kritik kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan. Suaranya lantang membela kepentingan pasien, baik di media sosial dan media mainstream.
Bisa dihitung dengan jari lembaga yang isinya mayoritas orang sakit tetapi eksis dan punya karya.
Hal kedua, dengan diundangnya Ketua Umum KPCDI, Tony Samosir, maka ada peluang kegelisahan dan permasalahan para pasien cuci darah diketahui oleh BPJS Kesehatan.
FGD merupakan forum diskusi yang dipakai banyak lembaga sebagai sarana mencari masukan dari pihak lain. Materi diskusinya sangat fokus, pesertanya sedikit tetapi sangat memahami materi yang dibicarakan.
Mudah-mudahan dengan FGD ini, BPJS Kesehatan bisa melakukan pemetaan masalah yang dihadapi pasien cuci darah. Harapannya, akan lahir kebijakan yang berpihak kepada pasien.
Di hari kedepan, KPCDI butuh pengakuan dari lembaga lain, bahkan oleh Pemerintah dan Parlemen. Kita rindu DPR RI memanggil KPCDI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung Parlemen. Diajak ikut merumuskan bersama sebuah kebijakan besar bahkan dalam proses pembuatan UU yang menyangkut kesehatan, khususnya PGK (Penyakit Ginjal Kronis).
Peran-peran seperti itu biasa dimainkan oleh lembaga-lembaga yang isinya orang sehat. Tetapi, kalau kita yang menyandang gagal ginjal mampu, kenapa tidak?
Ayo teman-temanku senasib, mari berjuang bersama!