3 Organisasi Ginjal Global Desak Seluruh Negara Vaksinasi Pasien Dialisis

KPCDI – Tiga Organisasi Ginjal Global mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk memprioritaskan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani proses dialisis untuk mendapatkan vaksinasi covid-19. Hal itu harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesehatan masyarakat–khususnya pasien ginjal. 

Desakan itu sendiri dikeluarkan oleh Presiden American Society of Nephrology (ASN) Susan E. Quaggin, Presiden The European Renal Association-European Dialysis and Transplant Association (ERA-EDTA) Christoph Wanner, dan Presiden International Society of Nephrology (ISN) Vivekanand Jha.

Dalam keterangan resminya (Vaccine Statement), Presiden ketiga organisasi tersebut menjelaskan orang yang mengalami gagal ginjal tidak dapat hidup tanpa perawatan dialisis. Mereka juga berisiko tinggi terkena infeksi paparan virus Sars-CoV-2 yang menjadi biang pandemi covid-19 di seluruh dunia.

Pun, kebanyakan orang dengan gagal ginjal kronik dirawat di unit fasilitas dialisis. Para pasien ini tidak dapat mengisolasi diri di rumah karena harus melakukan proses dialisis ke fasilitas kesehatan dua sampai tiga kali dalam satu minggu. Dalam melakukan proses dialisis waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 3-4 jam lamanya.

“Untuk menerima perawatan yang menyelamatkan nyawa ini. Mereka terlalu sakit dan rentan untuk bepergian ke lokasi vaksinasi publik. Sehingga perlu digaris bawahi harus menyiapkan vaksin di tempat dialisis pasien,” kata tiga Presiden Organisasi Ginjal Global, dalam keterangan resminya, Rabu (17/3). 

Vaksinasi bagi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani proses dialisis bisa menimbulkan dampak yang sangat baik bagi semua kelompok. Mulai dari kelompok perawat, pengurangan infeksi pasien, ancaman kematian, dan beban perawatan. “Para pasien, staf perawat, serta dokter yang merawat mereka, sangat membutuhkan akses langsung ke vaksin.”

ASN, ERA-EDTA, dan ISN siap mendukung upaya dalam menangani kebutuhan vaksinasi covid-19 bagi para pasien dialisis, dokter, dan perawat. Dengan cara ini, maka akan banyak nyawa yang terselamatkan dan sekali lagi meningkatkan kurva kesehatan masyarakat dunia. (ATR) 

 

Leave a Reply