Studi NKF: Pengujian Deteksi Dini Penyakit Ginjal Sangat Rendah

KPCDI – Studi yang dilakukan oleh National Kidney Foundation (NKF) dan Labcorp dan diterbitkan di Diabetes Care menunjukkan fakta bahwa jutaan pasien tidak menyadari bahwa mereka berada di bawah ancaman penyakit ginjal akut. Hal itu terjadi karena mereka tidak mendapatkan pengujian sesuai dengan pedoman praktik klinis.

Studi berjudul Chronic Kidney Disease Testing (CKD) Among At-Risk Adults in the U.S. Remains Low: Real-World Evidence from a National Laboratory Database” itu meninjau laboratorium yang biasa melakukan pengujian tes gagal ginjal kronik bagi 28 juta pasien dengan penyakit awal diabetes, hipertensi, dan diuji langsung oleh Labcorp antara tahun 2013-2018.

Para peneliti menemukan sebanyak 80,3% dari pasien ini belum menerima tes sesuai dengan pedoman Kidney Disease Improving Clinical Outcomes (KDIGO) seperti tes urin, yang dikenal sebagai rasio albumin-kreatinin (uACR), tes darah, yang dikenal sebagai estimated glomerular filtration rate (eGFR).

Tes ini dikenal sebagai pengujian terhadap kadar protein dalam urin dan limbah dalam tubuh. Hasil dari tes ini sendiri adalah untuk mengetahui bagaimana fungsi kerusakan yang terjadi pada ginjal.

“Tes eGFR yang umum saja tidak cukup untuk mendeteksi penyakit ginjal. Baik tes darah eGFR untuk fungsi ginjal dan tes urin uACR untuk albumin harus dilakukan setidaknya setiap tahun untuk pasien berisiko oleh dokter perawatan primer dan dokter lain yang mengelola diabetes dan hipertensi, seperti ahli endokrin dan ahli jantung,” kata Kepala Petugas Medis NKF Joseph Vassalotti, MD.

Menurut Joseph, diperkirakan sebanyak 37 juta orang dewasa di Amerika Serikat memiliki penyakit ginjal dan sekitar 90% tidak menyadari kondisi tersebut. Padahal sebagaimana diketahui faktor risiko utama untuk penyakit ginjal adalah diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

Analisis retrospektif besar ini memberikan bukti nyata bahwa tingkat pengujian CKD yang sesuai dengan pedoman pada pasien berisiko tetap rendah dan tidak meningkat banyak selama periode penelitian. Atas dasar itu, Ilmuwan senior Labcorp David Alfego, menjelaskan ketika populasi berisiko tumbuh karena peningkatan diabetes, hipertensi dan obesitas, sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengobati penyakit ginjal sejak dini.

Masalahnya, penyakit ginjal seringkali tidak memiliki gejala yang dapat dideteksi oleh pasien, dan seringkali pasien baru mengetahui bahwa mereka mengidap penyakit tersebut ketika ginjal mereka sudah tidak baik kondisinya. Sayangnya, mereka tidak menerima pengujian kesehatan ginjal secara teratur dan lengkap.

Atas dasar itu, David menyatakan deteksi dini sangat penting untuk memperlambat perkembangan penyakit. Perubahan gaya hidup, modifikasi pola makan, manajemen medis faktor risiko, dan terapi yang melindungi ginjal dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal dan membantu melindungi terhadap komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan penyakit ginjal tahap lanjut.

Pada akhirnya studi ini menyimpulkan bahwa sudah saatnya setiap individu—terutama yang memiliki penyakit penyerta ginjal—untuk memiliki rekam medis yang baik akan kesehatan ginjalnya dalam setiap tahun. Juga dibutuhkan peran dari berbagai pihak pendukung seperti dokter dan rumah sakit untuk memberikan pengujian yang komprehensif agar deteksi dini bisa dilakukan secepat mungkin. (ATR)

Leave a Reply