Harapan Hidup Pasien Ginjal Akibat Kanker Multiple Myeloma Sangat Rendah

KPCDI – Kanker multiple myeloma dapat merusak kesehatan ginjal dengan cepat. Dimana sel plasma darah putih yang seharusnya membuat berbagai antibodi untuk melindungi tubuh justru menjadi abnormal dan membuat sistem metabolisme tubuh terganggu.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Lab Medicine, Wakil Ketua Urusan Klinis dari Departemen Patologi Medical College of Georgia, University Augusta, Dr. Gurmukh Singh menjelaskan, proses perusakan ginjal dimulai pada saat darah melewati glomerulus dan masuk ke dalam tubulus ginjal.

Disana, protein abnormal tersebut akan bercampur dengan protein normal yang berada di dalam urine. Gabungan antara dua protein ini, menurut Singh, akan menyebabkan myeloma ginjal atau terhalangnya aliran darah ke seluruh tubuh. Karena tidak bisa tersalurkan maka kerusakan ginjal tidak bisa terhindarkan.  

Singh menuturkan, pasien ginjal akibat multiple myeloma biasanya memiliki angka harapan hidup yang lebih pendek dibanding pasien ginjal kronis lainnya. Singh menemukan fakta bahwa para pasien ini memiliki tingkat dialisis ginjal lebih tinggi, tekanan darah lebih tinggi dan konsentrasi protein yang lebih tinggi dalam urin.

“Tingkat kematian pada pasien dengan multiple myeloma dominan rantai ringan ini hampir tiga kali lebih tinggi daripada multiple myeloma konvensional. Kelangsungan hidup untuk sebagian besar pasien tampak seperti seperti tebing (tinggi),” kata Singh sebagaimana dikutip dari News Medical Life Sciences, Jumat (3/9).

Selain itu, pasien juga membutuhkan transfusi darah untuk membantu kerja sumsum tulang yang juga terserang dengan sel plasma abnormal. Mereka juga lebih sering mengalami hipertensi—yang menjadi biang utama kerusakan ginjal.

Kerusakan ginjal ini sebenarnya bisa diminimalisir dengan kualitas hidup yang lebih baik. Pun dibutuhkan strategi intervensi awal dengan menggunakan plasmapheresis, di mana rantai penyumbatan yang berlebihan dapat disaring dari darah melalui dialisis menggunakan filter khusus untuk menahan sirkulasi di dalam ginjal.

Adapun gejala multiple myeloma adalah nyeri tulang di punggung dan tulang rusuk serta anemia yang menyebabkan kelemahan dan kelelahan. Sayangnya, menurut Singh masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui gejala ini.

Untuk menentukan kerusakan ginjal yang disebabkan oleh multiple myeloma sendiri adalah harus melalui biopsi. Caranya dengan melakukan pengecekan darah, pemeriksaan aspirasi sumsum tulang, pemeriksaan urine dan pemindaian MRI, PET scan, dan CT scan.

Jika indikasi multiple myeloma bisa didiagnosis sedini mungkin maka dokter akan melakukan tindakan dengan memberikan obat-obatan yang berguna untuk meredakan nyeri serta mencegah perkembangan multiple myeloma lebih jauh. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang bisa membahayakan tubuh. (ATR)

 

Leave a Reply