Mengenal Proses Pembuatan Batu Ginjal Dalam Tubuh

KPCDI – Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Review Urology, para peneliti dari University of Illinois Urbana-Champaign, Mayo Clinic menjelaskan batu ginjal merupakan masalah menyakitkan yang akan menyerang satu dari 10 orang dewasa. Atas dasar itu, penting baginya untuk semua masyarakat mengerti bagaimana batu ginjal bisa terbentuk di dalam tubuh manusia.

Profesor Geologi Illinois Bruce Fouke menjelaskan pembentukan batu ginjal adalah proses yang alami. Dalam penelitian ini, para peneliti menyatukan beberapa konsep geologi dan kedokteran untuk memetakan seluruh proses pembentukan batu ginjal.

“Dengan cara ini, intervensi dan terapi klinis ke depan akan lebih efektif dan terarah sehingga dapat dikembangkan,” kata Bruce sebagaimana dikutip dari Science Daily, Rabu (18/8).

Menurut Bruce, pembentukan batu ginjal hampir mirip dengan terbentuknya batu geologis di alam. Sehingga penelitian ini seakan memutus anggapan dari beberapa pihak yang menyebut batu ginjal terjadi secara langsung ada di dalam tubuh manusia.

Faktanya, pada fase awal, batu terbentuk dimulai sebagai mikrosfer atau tetesan kecil mineral yang bergabung untuk membentuk kristal yang lebih besar di seluruh jaringan ginjal. Sayangnya, jika mineral tersebut tidak bisa terbuang maka akan tergabung dan membentuk batu yang lebih besar dan menjelma menjadi batu yang sangat menyakitkan dan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian.

“Pembentukan batu adalah bagian dari proses alami dan sehat di dalam ginjal dimana deposit mineral kecil ini dikeluarkan dari tubuh,” kata Fouke. “Tapi kemudian ada titik kritis ketika deposit mineral yang sama mulai tumbuh bersama terlalu cepat dan secara fisik tidak dapat meninggalkan ginjal.”

Saat batu melewati proses pembentukan, lebih banyak mikrosfer bergabung, kehilangan bentuk bulatnya dan berubah menjadi kristal geometris yang jauh lebih besar. Batu sendiri melewati beberapa siklus pelarutan hingga 50% dari volumenya. Akan tetapi para peneliti menemukan fakta meskipun sudah dilarutkan tetap ada kemungkinan untuk tumbuh lagi.

Dengan adanya riset ini, para peneliti berharap para dokter dapat mengeksplorasi riset ini sehingga mereka dapat merancang tindakan atau intervensi pada para pasien. Harapannya, pemberian obat, perubahan diet atau suplemen tidak mendorong pembentukan batu ginjal di dalam tubuh hingga semakin memburuk.

Untuk membantu dalam pengujian ini, para peneliti mengembangkan GeoBioCell, kartrid mikrofluida yang dirancang untuk meniru struktur internal ginjal. Bruce berharap perangkat tersebut dapat mempercepat tidak hanya penelitian, tetapi juga pengujian diagnostik klinis dan evaluasi terapi potensial, terutama untuk lebih dari 70% pasien batu ginjal dengan batu berulang.

“Pada akhirnya, visi kami adalah bahwa setiap ruang operasi akan memiliki laboratorium geologi kecil yang terpasang. Di lab itu, Anda dapat melakukan diagnosa yang sangat cepat pada batu atau pecahan batu dalam hitungan menit, dan telah menginformasikan dan menargetkan perawatan individual,” pungkasnya. (ATR)

Leave a Reply