Kehidupan Seksual Pria Pengidap Gagal Ginjal Bermasalah? Ini Penyebabnya!
KPCDI – Penyakit gagal ginjal kronis yang diderita oleh para laki-laki tidak hanya memberikan efek sakit yang teramat mendalam. Lebih dari itu, gagal ginjal turut mempengaruhi kehidupan seks yang kurang baik dimulai dengan merosotnya dorongan seks hingga bisa menyebabkan impotensi.
Mengutip National Kidney Federation UK, impotensi merupakan hal yang umum ditemukan pada pria pengidap gagal ginjal. Adapun penyebab terjadinya impotensi bagi pasien ginjal kronik adalah adanya gangguan pasokan darah ke organ kelamin.
Untuk membuat penis mengeras, diperlukan pasokan darah yang cukup. Namun, umumnya para pengidap gagal ginjal mengalami penyempitan pembuluh darah yang membuat pasokan darah yang cukup terganggu. Di sisi lain para pengidap gagal ginjal kerap kesulitan mempertahankan penisnya tetap keras lantaran pasokan darah yang diperlukan tak bertahan lama berada di dalam penis.
Selain itu juga terjadi gangguan hormonal. Pengidap gagal ginjal sangat mungkin mengalami gangguan hormonal, yang mana sebagian memang mempengaruhi dalam dorongan seksual. Salah satunya yang mungkin terjadi adalah testis kurang memproduksi hormon testosteron.
Pun, gagal ginjal juga menyebabkan adanya kerusakan sarah. Padahal saraf memiliki peran dalam terjadi ereksi sehingga hal ini menyebabkan saraf tidak bekerja dengan baik. Selain itu mengkonsumsi obat-obatan pengendali darah seperti atenolol, propranolol, metoprolol, dan bisoprolol juga dapat mempengaruhi hasrat seksualitas.
Selanjutnya juga ada masalah kelelahan yang menjadi masalah. Pengidap ginjal seringkali kelelahan karena mengalami anemia yang disebabkan terganggunya jadwal dialisis. Selain masalah psikologis karena stres yang berlebihan juga membuat gairah seksual berkurang.
Terakhir adalah masalah dalam berelasi. Dimana tekanan psikologis yang dialami para pengidap gagal ginjal mungkin saja mempengaruhi hubungan mereka dengan pasanganya masing-masing. Interaksi dengan pasangan semakin intens karena pengidap gagal ginjal membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari. Interaksi yang intens ini membuka peluang terjadi konflik dan berpotensi memunculkan rasa kesal di masing-masing pihak.
Meski begitu, bagi Anda pria dengan gangguan di ginjal dan mengalami penurunan dalam kualitas seksual, baiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut. (Jon)