Global Warming Tak Cuma  Bikin Alam Rusak, Tapi Juga Berpotensi Bahayakan Ginjal

KPCDI – Pemanasan global tak hanya membuat es di kutub mencair. Para ahli kesehatan mencoba memahami bahwa fenomena ini juga mempengaruhi kondisi kesehatan manusia–Salah satunya adalah risiko akan munculnya penyakit ginjal yang dipengaruhi cuaca panas yang meningkat di sejumlah tempat.

The Guardian melaporkan penyakit ginjal kronis dengan penyebab yang tak pasti atau yang biasa disebut sebagai Chronic Kidney Disease of Uncertain Cause (CKDU), bermunculan di sejumlah wilayah muka bumi.

Umumnya hal ini terjadi di wilayah Benua Amerika dengan cuaca panas seperti Nikaragua dan El-Salvador. Penyakit ini diketahui  menjadi faktor tingginya kematian para pekerja di sektor pertanian dan perkebunan di negara-negara tersebut.

Direktur Pusat Hemodialisis El Salvador dr. Ramon Gracia Trabanino mengatakan fenomena ini di negaranya terjadi sejak dua dekade lalu. Sejak saat itu, ia melakukan penelitian mengenai fenomena ini di negara-negara sekitar El-Salvador, seperti Nikaragua, Meksiko, Kosta Rika, dan Panama.

“Secara global, CKDU diketahui juga telah diidap oleh para buruh yang bekerja di wilayah dengan suhu relatif tinggi seperti misalnya Timur Tengah, Afrika, dan India,” katanya. 

Organ ginjal berperan dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Hal ini yang membuat ginjal rentan dengan kondisi di luar tubuh,  terutama bagi mereka yang tinggal di kondisi suhu yang ekstrem.

Sebagian ahli sependapat, bahwa CKDU dipahami sebagai cedera pada ginjal yang diakibatkan kondisi panas. Hal ini yang membuat mereka yang biasa bekerja di lingkungan bersuhu tinggi mengalami kerusakan ginjal secara perlahan.

Direktur Global Konsorsium Iklim dan Kesehatan Universitas Colorado Dokter Cecilia Sorensen mengatakan kerusakan ginjal yang terjadi secara perlahan menyebabkan para pekerja tak merasakan gejala apapun hingga akhirnya mereka terjadi kegagalan fungsi ginjal.

Hal ini diperparah dengan terbatasnya akses kesehatan bagi para pekerja di  negara-negara yang mengalami fenomena ini. 

Sementara itu, Profesor Tord Kjellstrom dari Australian National University mengatakan fenomena ini masih belum mendapat perhatian khusus di banyak tempat. Padahal, banyak pihak yang akan terdampak langsung kesehatannya dari fenomena pemanasan global, seperti yang terjadi di kalangan pekerja kasar tersebut. (Jon)

Leave a Reply