Mengapa Pasien Ginjal Kronik Rentan Kekurangan Gizi?
KPCDI – Dietisien Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Triyani Kresnawan, DCN, Mkes, RD, mengingatkan seluruh pasien ginjal kronik (PGK) untuk memperhatikan kecukupan nutrisi di dalam tubuhnya. Menurutnya, ketika seorang PGK menjalani terapi hemodialisis dan CAPD tetapi tidak bisa mengimbangi pola makannya, maka bisa mengalami kekurangan gizi atau Protein Energy Wasting (PEW).
“Salah satu penyebab utamanya asupan nutrisi atau makanan yang kurang. Kurang apa? kurang energi, protein, kemudian juga mungkin adanya komorbid penyebab dari penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi dan lainnya, dan ini menyebabkan kurang gizi,” kata Triyani dalam diskusi yang dilakukan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) bekerjasama dengan Fresenius Medical Care. (26/6)
Selain itu penyebab kekurangan gizi juga bisa disebabkan karena adanya peradangan yang disertai dengan penyakit paru atau infeksi paru seperti Tuberkulosis (TBC). Bisa juga disebabkan adanya gangguan metabolisme tubuh, resistensi insulin, dan infeksi penyakit kardiovaskuler.
“Adanya dialisis yang mengeluarkan zat gizi, asam amino, zat protein itu juga menyebabkan kekurangan energi protein akhirnya status gizinya kurang,” ujarnya.
Oleh karenanya, setiap pasien tentu harus menjaga kondisi tubuh agar tidak kekurangan gizi. Caranya, untuk pasien hemodialisis (HD) harus memiliki indeks massa tubuh (IMT) 20-25 kg/m2.
Adapun simulasi yang bisa dilakukan untuk menghitung IMT antara lain ialah dengan rumus IMT: berat badan kering: (tinggi badan kuadrat). Misal pasien memiliki berat badan kering 60 kg dan tinggi 1,6 meter (kuadrat) maka hasilnya adalah 23,43 yang berarti status gizinya baik.
Sementara itu, jika hasil yang didapatkan di bawah angka 20 maka statusnya gizinya kurang. Jika hal tersebut terjadi maka pasien harus berusaha menaikan berat badan keringnya secara bertahap dan tentunya proses ini membutuhkan waktu. Biasanya, dalam sebulan pasien bisa menaikan berat badan keringnya hingga 2kg dengan tambahan energi setiap hari yaitu 500 kalori.
Kriteria klinis untuk diagnosis PEW di PGK
Serum kimia:
Serum albumin < 3,8 g/dl, transthyretin (pra-albumin) < 30 mg/dl (pada pasien dialisis).
Body Mass Index (Indeks Masa Tubuh)
< 23kg/m2
5% penurunan berat badan selama 3 bulan atau 10% selama 6 bulan. Total presentase lemak tubuh < 10%
Kehilangan massa otot
5 % pengurangan massa otot selama 3 bulan atau 10% selama 6 bulan. Mengurangi lingkat otot lengan tengah sebesar 10 % dalam kaitannya dengan persentil ke-50, kreatinin serum lebih rendah dari yang diharapkan.
Kekurangan asupan makanan
< 0,8 g/kg/ hari protein selama minimal 2 bulan pada pasien dialisis
< 25 kkal/kg/hari selama minimal 2 bulan. (ATR)