Cara Diet Rendah Fosfat untuk Pasien Ginjal Kronik

KPCDI – Bagi pasien ginjal kronik, memiliki kelebihan kadar fosfat dalam tubuh dapat berakibat fatal. Oleh karenanya, dibutuhkan diet rendah fosfat untuk menjaga kadar fosfat di dalam tubuh agar menjaga kualitas hidup pasien yang lebih baik.

Ahli Ginjal dan Hipertensi dr. Donnie Lumban Gaol Sp. PD-KGH mengatakan fosfat merupakan mineral yang diperlukan oleh tubuh bersama dengan kalsium. Fosfat memiliki peran untuk menguatkan tulang dan menjaga kesehatan tubuh manusia.

“Apa yang Anda makan pasti mengandung fosfat dan bagaimana mencegah fosfat agar tidak banyak asupannya maka perhatikan bagaimana serat Anda agar proses fesesnya tidak terlalu lama dan paling penting mengetahui berapa banyak yang Anda makan,” kata dr. Donnie dalam webinar kesehatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) bekerjasama dengan Fresenius Kabi.

 

Pertanyaannya, seberapa banyak pasien ginjal kronik (PGK) dapat mengkonsumsi fosfat yang aman? Jawabannya, bagi pasien PGK stadium 1-4 maka kadar yang diperbolehkan ialah 10-20 mg/g protein atau 60-800 mg/hari. Sementara bagi pasien hemodialisis yang diperbolehkan adalah 900 mg/hari atau <17 mg/kg/hari dan pasien peritoneal dialisis ialah 900 mg/hari atau <17 mg/kg/hari.

Adapun diet rendah fosfat bagi PGK dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, mengontrol asupan fosfat harian, mengurangi asupan protein yang mengandung 11-15 mg fosfat per gram, dan mengurangi makanan dengan pengawet yang mengandung fosfat anorganik. Perlu diingat, mengontrol fosfat tidak boleh hanya dengan mengurangi asupan protein karena akan meningkatkan risiko malnutrisi dan dapat menyebabkan kematian.

Di sisi lain, pasien yang menjalani hemodialisis membutuhkan asupan protein yang optimal sebesar 1,2 g/kg protein per hari atau setara dengan 1000 – 1300 mg fosfat per hari dan dalam satu minggu dapat mencapai 4.500 sampai 5.000 mg. Dialisis hanya menghilangkan 1000 mg per sesi HD sehingga pasien harus tetap mengonsumsi obat pengikat fosfat untuk mengurangi penyerapan fosfat ke dalam tubuh.

“Dialisis yang rutin dan adekuat diperlukan untuk menjaga keseimbangan kadar fosfat tubuh,” ujarnya.

Untuk diketahui, makanan yang memiliki kandungan tinggi fosfat antara lain minuman bersoda, makanan dalam kaleng, kuning telur, kacang kedelai, kembang tahu, susu full cream, mayonnaise, keju atau yoghurt, teri kering, udang kering, kacang tanah, beras ketan hitam, terasi, hati ayam atau sapi, dan daging olahan sosis. (ATR)

Leave a Reply